Cahaya Bintang

Flash Fiction ini ditulis untuk mengikuti program #FF2in1 dari Tiket.com dan nulisbuku.com#TiketBaliGratis.

CAHAYA BINTANG

Gemetar. Begitu dingin. Begitu jauh. Sekali lagi gemeletuk gigi Cahaya terdengar samar. Telinganya berdenging lagi-lagi. Sudah berkali-kali mengalami hal yang sama tetapi Cahaya tak pernah terbiasa.

Mengernyitkan dahi karena silau, Cahaya perlahan memandang sekeliling. Jatuh di mana lagi dia? Ia menggeleng, mencoba mengusir dengingan di telinganya lagi. Di mana ini?

Di sepanjang matanya memandang hanya ada pasir putih yang berkerlap-kerlip. Memicingkan matanya mencari matahari, Cahaya baru menyadari bahwa ini malam hari dan bukannya siang hari. Tiga rembulan yang berkilau sedikit kebiruan tampak menggantung di langit seperti bola lampu. Aku jatuh di tempat aneh lagi.

Cahaya mendengus. Perlahan menyibakkan jaketnya yang tebal dan mengambil lempengan elektronik dari saku dalam. Mengetukkan jarinya dengan cepat di lempengan tersebut, Cahaya sekali lagi menyapukan pandangannya ke padang pasir tak bertuan itu–atau mungkin sebenarnya bertuan namun dia tidak mengenal tuannya.

Suara denting terdengar. G-754-003? Rupanya aku melompat ke planet tak berkehidupan lagi. Memandang meteran udara di pojok kiri lempengan, ia menghela napas. Ah, masih cukup. Dia masih harus menunggu beberapa waktu hingga baterainya penuh untuk melompat lagi.

Cahaya menjatuhkan pantatnya ke tanah. Sedikit melambung karena gravitasi yang lemah. Ia hanya berdoa agar baterainya cepat penuh. Siapa tahu ada makhluk bertentakel yang siap memakan dia hidup-hidup. Atau alih-alih memakan, malah menjadikan Cahaya sebagai budak. Bergidik karena imajinasinya sendiri, Cahaya menepuk mukanya dengan keras.

Tidak apa. Aku akan baik-baik saja. Ia sudah menghabiskan 896 tahun cahaya melompat dari sini ke sana. Semoga di tahun ke-1000, dia bisa bertemu Bintang yang lama dicari-carinya.

Advertisements

2 thoughts on “Cahaya Bintang

  1. Salam kenal, saya kebetulan ketemu sama blog Kakak pas nyari chart katakana dan akhirnya malah buka-buka blog Kakak sedikit, hehe.

    Saya suka sekali dengan tulisan Kakak yang ini, karena bertemakan cahaya-cahaya dan hal mistis luar angkasa yang sangat menarik. Saya sangat suka hal-hal seperti itu. Selain itu, pakai dihubungkan dengan ‘pasangan’ pula. Ah, sungguh romantis.

    Terus menulis dan terus berbahasa, ya, Kak. Semoga kedepannya bisa selalu menjadi lebih baik lagi! Semangaaat!

    • Selamat pagi, Virta!
      Senang juga berkenalan dengan Virta. Sampai lupa punya post tentang chart Katakana. Semoga chart-nya bermanfaat, ya! 😀

Would you share your mind about this post?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s